Home KOMUNITAS PESANTREN SAUDAGAR TAHFIZH, SERIUS MENCETAK PENGUSAHA BERMENTAL QUR’ANI

PESANTREN SAUDAGAR TAHFIZH, SERIUS MENCETAK PENGUSAHA BERMENTAL QUR’ANI

8 min read
0
1
90

LOMBOK BARAT, NUSA TENGGARA BARAT – MAJALAHSUKSES.COM. Di era milenial ini, negeri kita masih kekurangan pengusaha. Masih banyak yang menggantungkan hidupnya sebagai pekerja.

Menurut data dari berbagai sumber, jumlah wirausaha di Indonesia saat ini baru di angka sekitar 1,65 persen dari total jumlah penduduk. Masih tertinggal jauh dari negara-negara maju yang idealnya memiliki 12 persen pengusaha.

M. Shohibul Fatih dan Heri Nurcahyono bersinergi mendirikan Pondok Pesantren Saudagar Tahfizh untuk berkontribusi dalam meningkatkan jumlah pengusaha di Indonesia.

Pondok pesantren “Saudagar Tahfizh” merupakan sebuah lembaga pendidikan yang fokus dalam mencetak generasi-generasi pemimpin umat yang berkarakter Qur’ani serta menguasai skill bisnis kelas dunia demi membangun peradaban islam rahmatan lil ‘alamiin.

“Para santri bukan hanya dibekali dengan hafalan al-Qur’an, tapi bagaimana para santri dapat mengamalkan atau membumikan isi kandungan al-Qur’an dalam kehidupan sehari-hari dan mampu menghidupkan ekonomi umat islam” ungkap Ustadz Fatih, da’i muda asal Pekalongan itu.

Pesantren Saudagar tahfizh

Di lahan seluas sekitar 3 (tiga) hektar yang berada di dekat pantai, seluruh komponen Yayasan Pesantren Saudagar Tahfizh bersatu, bersinergi merajut asa untuk mewujudkan apa yang menjadi visi dan misinya.

Misinya sangat jelas dan mulia, yakni mencetak generasi pemimpin yang mandiri, peka, cerdas, visioner dan memiliki skill bisnis yang berjiwa Qur’ani, membangun lembaga pendidikan Qur’an dan bisnis yang modern, unggul, kompetitif dan profesional sesuai perkembangan zaman.

Juga melahirkan alumni sebagai pemimpin penggerak perubahan zaman demi terwujudnya kejayaan islam serta terwujudnya kehidupan sosial masyarakat yang penuh keberkahan dan keberlimpahan.

Ustadz Fatih, pengurus Pesantren Saudagar Tahfizh

Untuk bisa menjadi santri di Pesantren Saudagar Tahfizh, tidak dikenakan biaya sama sekali alias GRATIS. Namun, sementara ini khusus ikhwan atau laki-laki saja. Syaratnya adalah punya hafalan minimal 2 (dua) juz dan siap tinggal di asrama selama masa pendidikan selama 20 bulan (pendidikan dan pengabdian).

Santri pun tidak diperkenankan merokok dan wajib mematuhi peraturan-peraturan pesantren yang sudah diterapkan. Bisa ya? Bisa!

Program-program di Pesantren Saudagar tahfizh meliputi; Pendidikan Tahfidzul Qur’an, Tahsinul Qiraah, Pendidikan Publik Speaking, Pelatihan Kewirausahaan dan Pengembangan Diri, Pelatihan Kepemimpinan dan Keorganisasian , Achivement Motivation Training (AMT), Leadership For Student (LFS), Membuka usaha sektor riil serta Pendampingan Usaha.

Heri Nurcahyono, investor Pesantren Saudagar Tahfizh

Meski terbilang masih baru, pesantren yang berdiri pada 20 Mei 2017 tersebut sudah memiliki santri sesuai dengan kuota, serta menorehkan prestasi. Diantaranya adalah salah satu santri angkatan pertama diterima di jurusan kedokteran Universitas di Riyadh Arab Saudi dan salah satu santri juara MTQ tinggat Provinsi Aceh.

Peserta mayoritas berumur di kisaran 17 hingga 25 tahun yang datang dari berbagai daerah di Indonesia.

Investasi untuk sarana dan pra sarana menjalankan roda yayasan, dengan biaya yang sangat besar, ditopang oleh investor yang merupakan pengusaha tour and travel sukses yaitu Heri Nurcahyono. “Insyaa Allah sedang proses wakaf untuk umat” terang Ustadz Fatih lagi.

Program Pesantren Bisnis Indonesia yang digelar selama 3 hari singgah di Pesantren Saudagar Tahfizh. Pantai di belakang pesantren menjadi salah satu tempat belajar.

Target dari program-program yang dijalankan adalah setiap santri hafal 30 juz serta memiliki sektor usaha dibidang masing-masing. Gambarannya jelas, ketika seluruh santri sukses dan mampu membantu orang lain untuk sukses pula, kejayaan ekonomi negeri ini sudah semakin dekat.

Menurut ustadz yang punya bisnis batik tersebut, Pesantren yang dikelolanya  masih terus berbenah guna memperbaiki sistem, sarana dan prasana. Untuk kemajuan pesantren agar semua santri mencapai target yang sudah ditentukan, serta  bermanfaat bagi warga sekitar pesantren.

Lajang kelahiran Pekalongan 02 Desember 1995 yang punya panggilan Fatih Muhammad itu mengaku merupakan murid dari coach kenamaan, Jamil Azzaini dan Harri Firmansyah. “Juga mas Davied vierronica, sebagai mentor serta pengurus” tutupnya dengan senyum manisnya yang khas. Sukses selalu tadz! Aamiin…

PESANTREN SAUDAGAR TAHFIZH

Dusun Kebun Bongor Desa Lembar, Kec. Lembar Kab. Lombok Barat NTB

Teks: Telson Hardani Foto: Istimewa

Comments

comments

Load More Related Articles
Load More By Majalah Sukses
Load More In KOMUNITAS

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

Check Also

GAYA MILENIAL DI MILAD KE-6 KOMUNITAS BENANG PUTIH, “SAVE THE KIDS FOR THE FUTURE”

Tweet CILACAP, JAWA TENGAH – MAJALAHSUKSES.COM. Generasi milenial bukan hanya jago main ga…