Home INFO BISNIS Heboh Anggaran Sepatu Sekolah Rakyat Rp27 Miliar, Mensos Gus Ipul Sebut Masih Rencana Awal dan Belum Final

Heboh Anggaran Sepatu Sekolah Rakyat Rp27 Miliar, Mensos Gus Ipul Sebut Masih Rencana Awal dan Belum Final

5 min read
0
0
5

JAKARTA – MAJALAHSUKSES.COM. Menteri Sosial, Saifullah Yusuf atau yang akrab disapa Gus Ipul, angkat bicara terkait polemik anggaran pengadaan sepatu untuk program Sekolah Rakyat yang dikabarkan mencapai Rp27 miliar.

Nominal tersebut menjadi sorotan publik karena muncul dugaan harga sepatu bisa mencapai Rp700 ribu per pasang. Menanggapi hal itu, Gus Ipul menegaskan bahwa angka tersebut masih sebatas rencana awal dan belum ditetapkan secara resmi.

Ia menjelaskan bahwa setiap pengadaan barang dan jasa di instansi pemerintah wajib melalui proses yang transparan dan akuntabel. “Setiap anggaran direncanakan terlebih dahulu, lalu masuk ke tahap pengadaan. Proses pengadaan ini dilakukan melalui lelang terbuka,” ujar Gus Ipul, Selasa (5/5/2026).

Gus Ipul juga menyampaikan bahwa setelah melalui proses lelang, harga yang dihasilkan sangat mungkin lebih rendah dari perencanaan awal. “Biasanya hasilnya lebih murah. Jadi kalau sekarang disebut Rp700 ribu, nanti bisa jauh di bawah itu,” katanya.

Ia menegaskan telah mengingatkan seluruh jajaran yang bertanggung jawab dalam pengadaan barang dan jasa di Kementerian Sosial untuk bekerja secara profesional dan tidak melakukan penyimpangan dalam pelaksanaan program pemerintah.

Lebih lanjut, Gus Ipul mengimbau seluruh pihak di lingkungan Kemensos untuk menjaga integritas. Ia menekankan agar tidak ada praktik lobi, titipan, rekayasa, maupun bentuk penyimpangan lainnya dalam proses pengadaan, baik untuk program Sekolah Rakyat maupun program lainnya.

“Semua harus dijalankan dengan baik. Tidak boleh ada lobi, titipan, atau rekayasa dalam proses pengadaan. Ini berlaku untuk seluruh pengadaan di Kementerian Sosial,” tegasnya.

Sebagai Sekretaris Jenderal PBNU, Gus Ipul juga menyatakan komitmennya untuk menindak tegas setiap bentuk pelanggaran. Ia bahkan siap menjadi pihak pertama yang melaporkan jika ditemukan praktik manipulasi atau penyimpangan di internal kementeriannya.

“Kita harus belajar dari kesalahan masa lalu dan memastikan ke depan bersih dari korupsi. Jika ada pelanggaran atau praktik ‘kong kali kong’, saya bersama Pak Wamen akan menjadi yang pertama melaporkannya,” pungkasnya. (Mdn)

Comments

comments

Load More Related Articles
Load More By Majalah Sukses
Load More In INFO BISNIS

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

Check Also

Komunitas Ini Punya Program Ubah 100 Ribu Menjadi Ratusan Juta dengan Konsep Saling Donasi

Tweet MAJALAHSUKSES.COM. Kadang yang kecil justru jadi awal perubahan besar. Komunitas Goo…