Home KERAJINAN BAMBU DAN BATIK MAOS CILACAP TEMBUS PASAR INTERNASIONAL

KERAJINAN BAMBU DAN BATIK MAOS CILACAP TEMBUS PASAR INTERNASIONAL

10 min read
0
0
340

Teks & foto: Telson & Syamia


CILACAP, JAWA TENGAH – MAJALAH SUKSES. Apresiasi tinggi layak diberikan kepada pasangan suami – istri Tonik Sudarmaji dan Euis Rohaini asal Maos Cilacap, Jawa Tengah. Prestasinya dalam berinovasi mengembangkan bisnis yang sarat kearifan lokal berupa kerajinan bambu dan batik sukses menembus pasar hingga ke luar negeri.


Pencapaian tersebut bukanlah digapai dengan sebegitu mudahnya. Perlu proses panjang, terjal nan berliku. Ide-ide dicurahkan untuk menghasilkan produk yang sesuai dengan target pasar. Tentu dengan bahan dasar bambu yang dipadu dengan batik warna alam.

“Awalnya kami ikut program Designer Dispatch Service yang diselenggarakan oleh Disperindagkop. Kami sebagai salah satu UMKM dari dua yang lolos dan diberi fasilitas pendampingan” buka Tonik Sudarmaji, sosok di balik brand Rajasa Mas dan Raja Serayu.
Bahkan, atas inovasinya tersebut, salah satu lembaga dari Jerman pun turut memberikan pernghargaan sebagai New Talent pada Februari 2017 lalu.
Selanjutnya, mengikuti berbagai pameran skala internasional di dalam negeri dan juga di 16 (enam belas) negara lainnya.

Dengan salah satu produk baru andalannya berupa laundry bag, yang memadukan antara kerajinan bambu dan batik warna alam, mampu memikat pembeli dari Arab Saudi.
Yang unik, dari program tersebut, menurut Tonik adalah tempat mendapatkan buyer-nya. Dimana sebelumnya sudah berkeliling ke berbagai negara, tapi terjadi deal saat pameran di Jakarta.

“Namanya rizki, kita tidak tahu kapan dan dimana” katanya sembari tersenyum.
“Ini adalah pengiriman tahap kedua” jelas bapak yang masih berstatus sebagai mahasiswa S2 Manajemen Bisnis itu saat ditemui Majalah Sukses di kediaman yang sekaligus workshopnya di Jalan Penatusan Timur Maos, Cilacap.
Laundry bag tersebut berbentuk seperti keranjang bulat. Berbahan dasar bambu yang dikombinasikan dengan anyaman batik tulis Maos.

Untuk buyer-nya di Arab Saudi, pengiriman pertama sebanyak 700 unit dan kedua nanti juga 700 unit dengan pembeli yang sama. Pihak buyer menjanjikan akan mengorder antara 5000 – 6000 unit.
Karena untuk pasar luar negeri, bahan dan spesifikasi produk pun harus mengikuti standar internasional. Pihak Rajasa Mas dan Raja Serayu dengan mudah bisa memenuhinya.
Dari hulu sampai hilir dikelolanya secara langsung, termasuk dalam hal pengiriman ke buyer. Proses ekspor dilakukannya sendiri tanpa melibatkan pihak ketiga.

Batik, Bambu & Pemberdayaan Masyarakat

Di wilayah Kabupaten Cilacap, sumber daya manusia maupun alam dan mineral sangat melimpah ruah. Bambu sangat mudah ditemui dengan kapasitas raksasa.
Begitu juga dengan para pengrajinnya yang cukup banyak. Mereka masih terus eksis di tengah derasnya arus teknologi canggih yang memaksa menggantikan peran bambu dengan bahan lain yang lebih murah dan praktis semisal plastik.

“Kami memang konsen kepada pemberdayaan masyarakat dan melestarikan kearifan lokal. Di beberapa daerah kami bermitra dan membina kelompok para pengrajin bambu” tandas Tonik yang mengawali bisnisnya dari konveksi pada awal tahun 2000-an.
Sangat jelas bahwa Cilacap adalah gudangnya bambu dan pengrajin bambu. Tak perlu khawatir kekurangan pasokan jika kebanjiran order.

Lalu, bicara soal batik…

Sejarah batik tulis Maos Cilacap cukup panjang. Konon, batik Maos sudah ada sejahk abad ke 18 Masehi.
Budaya mencoret-coret dengan berbagai motif di atas lembaran kain tersebut dibawa oleh para pembesar keraton yang kala itu mengembara ke Maos.
Masih menurut Tonik, belum saatnya untuk menciptakan motif baru. Maos sangat kaya akan motif batik.
Jumlah motif batik Maos saja (kecamatan Maos, bukan se-Cilacap) ada 1883 motif. Sedangkan yang tergarap masih baru sebagian kecil saja.

Batik Maos pernah mengalami kejayaan puncaknya antara tahun 1960 – 1980-an sebelum kalah bersaing dengan batik-batik dari daerah lain seperti Pekalongan, Jogja dan Solo.
Dengan misi menjaga dan melestarikan batik Maos, Rajasa Mas pada 2007 hadir dengan nuansa berbeda, terbarukan dan penuh inovasi.
Menghidupkan batik juga turut menumbuhkan sektor perekonomian masyarakat. Selain banyak warga yang diberdayakan, juga baik untuk regenerasi agar batik tetap lestari.

Secara rutin membuka pelatihan membatik di sekolah-sekolah yang telah bekerjasama Hasil belajar para siswa ditampung, diolah kembali dan menjadi produk yang memiliki nilai jual.
Ciri khas Rajasa Mas dengan warna alam juga mnearik untuk disimak. Bahan-bahan pewarnanya dari alam diantaranya beberapa limbah jenis kayu maupun kulitnya. Bahan yang seringkali tak terpakai, bisa digunakan.

Prosesnya cukup panjang jika dibanding dengan teknik printing dengan bahan kimia. Sebab itu juga, warna bisa berbeda-beda. Tak bisa diulang dengan warna yang sama.
Euis dan sang suami punya harapan besar dari usahanya tersebut. Kini, harapan tersebut nampak bersinar semakin terang.

Selain laundry bag yang diekspor ke Saudi Arabia, produk batiknya juga sudah diekspor ke beberapa negara lain diantaranya Jepang, Singapura, Amerika dan Australia.
Bambu dan batik telah dibawanya abadi dan mendunia. Inspiratif!

BATIK MAOS RAJASA MAS & BAMBU RAJA SERAYU
Jln. Penatusan Timur RT 09/1 Maos Kidul, Maos
Cilacap – Jawa Tengah
HP. 0813.3757.9323
Website: www.rajaserayu.com

Comments

comments

Load More Related Articles
Load More By Majalah Sukses
Load More In 

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

Check Also

SONY RIZAL TRIANDIANTO, SUKSES DENGAN RASA YANG SEBENARNYA

Tweet Tweet Comments comments …