Home KOMUNITAS Konkrit! Kini Cilacap Menuju Kabupaten Kreatif Bertaraf Internasional

Konkrit! Kini Cilacap Menuju Kabupaten Kreatif Bertaraf Internasional

12 min read
0
0
234
Pj Bupati Cilacap Awaluddin Muuri menanda tangani kerjasama dengan Jogja Creative Society untuk pengembangan Cilacap menuju Kabupaten Kreatif. 

CILACAP, JAWA TENGAH – MAJALAHSUKSES.COM. Cilacap Kreatif lagi-lagi membuat gebrakan dengan menghelat event keren. Gelora Kutawaru : Toxicity for Creativecity menjadi tajuk acara pada Minggu (31/3) lalu yang bertempat di Dermaga Kutawaru Cilacap.

Diawali dengan kegiatan Susur Sungai Bengawan Donan yang dimulai dari pukul 15.30 WIB, rombongan pengunjung dimanjakan dengan pemandangan jajaran mangrove serta bagian belakang Pertamina RU IV Cilacap.

“Senang akhirnya bisa ada kesempatan menyeberang ke Kutawaru. Menginjak wilayah lain dari Cilacap,” tutur Rosa, salah satu pengunjung lokal.

Salah satu kapal yang membawa rombongan pengunjung ke acara Gelora Kutawaru.

Titik pemberangkatan pengunjung terbagi menjadi dua, yakni Dermaga Sleko dan Kali Panas.

Setibanya di Dermaga Kutawaru, dilakukan penandatanganan kesepakatan kerjamasa atau MoU (memorandum of understanding) oleh PJ Bupati Cilacap Awaluddin Muuri dengan Jogja Creative Society. Jogja Creative Society telah memiliki banyak portofolio dalam mendampingi kota-kota atau daerah untuk menjadi kota/daerah kreatif.

Usai penanda tanganan, tari Ngerong yang dibawakan oleh grup tari dari STT Migas Cilacap membuat suasana ramai dan meriah.

Pj Bupati Cilacap Awaluddin Muuri menunjukkan naskah proklamasi Cilacap Menuju Kabupaten Kreatif yang ditanda tangani oleh beberapa perwakilan lintas sektoral.

Acara dilanjutkan dengan pembacaan teks proklamasi “Cilacap menuju Kabupaten Kreatif” oleh PJ Bupati Cilacap Awaluddin Muuri didampingi oleh Romi Angger Hidayat, selaku salah satu inisiator dari Cilacap Kreatif. Naskah proklamasi tersebut turut ditanda tangani oleh perwakilan dari berbagai elemen masyarakat, di antaranya: goverment, community, aggregator, media, business dan academy.

Ada hal unik terjadi di pinggir venue. Pembacaan naskah proklamasi tersebut dibarengi aksi live painting dari seniman kawakan asal Cilacap Suhadi Gembot. Tentu melukis ‘sang proklamator’.

“Matur nuwun sanget untuk segala ikhtiar dan do’anya hingga segala berjalan baik dan lancer” ucap Romi Angger Hidayat didampingi Donie Hulalata dan Afrizal, rekan-rekannya dari Cilacap Kreatif.

 

Kreatif dan Kolaboratif

Sesuai dengan nama penyelenggaranya, Cilacap Kreatif yang menaungi banyak komunitas kreatif di Kabupaten Cilacap bersama para kolaborator.

Kali ini menggandeng pemerintah kabupaten Cilacap serta jajaran instansi Cilacap lainnya, tokoh masyarakat Kutawaru, Duta Wisata dan Duta Genre Cilacap, para mahasiswa/i Politeknik Negeri Cilacap (PNC), Universitas Al-Irsyad Cilacap (UNAIC), STT Migas Cilacap, beberapa komunitas lokal Cilacap, serta para pelaku seni lokal lainnya.

Sebut saja pameran lukisan oleh Suhadi Gembot yang menggunakan sepeda motor.Pria yang juga kerap disapa Mbah Gembot ini menampilkan 12 lukisan hasil karyanya yang khusus disiapkan untuk acara Gelora Kutawaru.

Suhadi Gembot, pelukis tersohor Kota Cilacap memajang hasil karyanya bertema Kutawaru di atas sepeda motor. Unik!

Salah satunya adalah lukisan dengan judul “Kepiting Kutawaru Mendunia”. Dengan lukisan ini, Suhadi menyampaikan harapannya, “Kepiting Kutawaru yang tidak hanya melimpah dan membawa berkah bagi nelayan dan masyarakat sekitar, tetapi juga mampu mendunia” ucapnya.

Suhadi menggunakan pisau palet dalam melukis, hal seperti itu tidak bisa dilakukan oleh sembarang orang.

Dalam perpaduan warna merah dan kuning busana tari yang dikenakan oleh empat mahasiswi STT Migas berlenggok mengikuti irama calung Banyumasan. Ngerong sendiri diambil dari kata “Renggong”, namun saat ini lebih dikenal dengan “Lengger”. Mendapat awalan “Nge” yang berarti melakukan, maka Ngerong dapat diartikan melakukan atau menarikan Lengger.

Tari Ngerong yang dibawakan oleh klub tari dari STT Migas Cilacap tampil luwes dan energik.

Usai persembahan tari, ada aksi teatrikal dari siswa-siswi SMP Negeri 9 yang tergabung dalam komunitas Kutawaru Art Community. Penampilan ini disutradarai oleh Warrie Ayya. Aksi ini mengusung judul “PESAN”. Di mana isinya berupa wujud kegelisahan dari anak-anak muda yang bingung ke mana harus mencari suaka kreatif.

Mereka butuh sebuah ruang yang mampu menjadi tempat bagi mereka menyalurkan potensi kreatif yang dimiliki. Mewakili teman-teman kreatif semua, para remaja ini menyuarakan harapan mereka agar bisa mendapat ruang kreativitas yang mampu mewadahi potensi-potensi kreatif yang dimiliki.

Pertunjukan teater oleh adik-adik dari Kutawaru Art yang tampil penuh penghayatan.

“Saya tersentuh dengan aksi teater ini. Sederhana dan ngena. Semoga pesannya bisa tersampaikan dengan baik,” ungkap Mitri Komalasari, salah satu pengunjung lokal sekaligus inisiator Klub Literasi Cilacap.

Sesi selanjutnya adalah Fashion Show yang dibawakan oleh delapan pemuda-pemudi sebagai perwakilan dari Duta Genre dan Duta Wisata Cilacap. Berbalut kain batik khas Kutawaru atau disebut juga dengan nama Batik Leksana Jaya, kedelapan pemuda-pemudi yang terdiri dari empat putra dan empat putri ini melenggang dengan anggunnya di hadapan pengunjung.

Batik Leksana Jaya merupakan komoditas penting Kutawaru. Motifnya yang terdiri dari hewan laut, biota laut, pantai, akivitas nelayan, dan juga mangrove itu sendiri tampak begitu menawan. Ditambah penggunaan pewarna alami, yang berasal dari buah mangrove menjadikan batik ini memiliki nilai jual. Pasarnya telah mencapai skala nasional bahkan hingga ke luar negeri, seperti Taiwan dan Jepang.

Sebelum para pengunjung berpindah ke area Kelurahan Kutawaru guna menikmati sajian berbuka puasa, pengunjung disuguhkan kegiatan peresmian Sega Nelayan sebagai ikon kuliner Cilacap. Sega yang dalam bahasa Indonesia berarti nasi disajikan bersamaan dengan oseng dages dan suwiran ikan tuna.

Berfoto bersama di pendopo Kelurahan Kutawaru.

Menjelang berbuka, para pengunjung diantar ke area Kelurahan Kutawaru. Sembari duduk lesehan di bagian pendoponya, para pengunjung bisa langsung memilih ragam sajian menu berbuka yang tersedia. Termasuk Sega Nelayan.

“Enak, gurih, mantap. Nasinya pulen. Oseng dagesnya dicampur irisan bunga Combrang dan udang rebon. Pedasnya juga pas,” komentar Nurul, salah satu pengunjung lokal.

Selepas salat Maghrib yang dilaksanakan di masjid terdekat, acara berikutnya adalah dopokan antara rombongan PJ Bupati Cilacap dengan warga Kutawaru. Dialog ini dibutuhkan guna mengetahui aspirasi dari lapisan masyarakat yang ada.

Terakhir, acara ditutup dengan salat tarawih bersama.

“Senang bisa ada acara seperti ini. Orang-orang jadi mengenal Kutawaru. Harapannya, acara-acara seperti bisa berlangsung secara rutin. Bukan sekadar aksi seremonial belaka,” tutur Cholidin, salah satu warga asli Kutawaru.

Naskah: Oase Mala, Mdn, Foto: Cilacap Kreatif

Comments

comments

Load More Related Articles
Load More By Majalah Sukses
Load More In KOMUNITAS

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

Check Also

Rayakan Ulangtahun Pertama, Sukun Hotel Cilacap Tampilkan Lima Lukisan Karya Suhadi Gembot

Tweet   CILACAP, JAWA TENGAH – MAJALAHSUKSES.COM. Cuaca cerah, suasana nampak t…