Home SUCCESS STORY MODAL EMPAT JUTA, PERANTAU DARI DESA INI SUKSES JADI MILYARDER DI IBUKOTA

MODAL EMPAT JUTA, PERANTAU DARI DESA INI SUKSES JADI MILYARDER DI IBUKOTA

15 min read
0
3
869

Teks: Telson Hardani          Foto: Dok. Teguh Kaheel

MAJALAH SUKSES. Sukses bukanlah milik orang-orang kaya atau keturunan konglomerat saja. Dan sukses bukan milik orang-orang kota saja. Sukses adalah milik siapapun yang mau berjuang dan bersungguh-sungguh dalam mewujudkan impian-impiannya.

Tak ada sukses yang bisa diraih dengan mudah. Ada harga yang harus dibayar. Butuh pengorbanan banyak hal, harus sabar meski seringkali kegetiran seolah hinggap dan tak mau pergi.

Adalah Teguh Kaheel, pria kelahiran Cilacap 6 April 1981 yang sudah berhasil menggapai suksesnya dengan perjuangan yang tak bisa dibilang enteng.

Sejak kecil kehidupannya sudah keras, penuh keprihatinan. Orang tuanya, Bapak H. Salim (alm) dan Ibu Salimah bukanlah termasuk sebagai orang yang ‘berada’. Ekonomi pas-pasan jika tak kuasa menyebutnya kurang.

Namun Teguh kecil tak dididik menjadi anak yang cengeng. Mentalnya sudah mental kaya dan ksatria. Tak heran jika impiannya pun setinggi langit di angkasa.

“Katakan saja semua impian, karena itu kenyataan yang akan datang. Mimpi itu gratis, mimpi itu tidak perlu ijin. Apa yang Anda nikmati sekarang bisa jadi adalah impian Anda di masa lalu” sarannya bijak sama persis dengan yang diucapkan di halamn pribadinya, www.teguhkaheel.com.

Berkali-kali jatuh bangun dalam berbisnis tak membuatnya kapok. Baginya, kegagalan dan kesempatan itu sudah menjadi satu paket. Semisal jatuh 100 kali, bangkit juga 100 kali.

Usaha bengkel yang dirintisnya lima tahun silam, kini telah berhasil melewati masa-masa berat terutama di awal. Terus berkembang dan berkembang.

Dalam menjalankan bisnisnya, Teguh tak hanya melakukan ikhtiar bumi, namun juga marketing langit (lebih mendekatkan diri pada Allah SWT, sedekah, sayang keluarga); bina hubungan baik dengan supplier dan bengkel-bengkel.

Juga tidak malu menawarkan kerja sama walaupun barang belum lengkap, yang terpenting kita menguasai product knowledge.

Dengan modal uang ‘hanya’ empat juta rupiah untuk usaha bengkel dan toko spare part mobil, kini Teguh telah berubah menjadi milyarder.

“Akhir tahun 2016 sudah ada 4 toko, tapi sekarang tinggal 2 karena yang satu diberikan kepada karyawan pertama (free) dan yang satunya lagi diserahkan untuk dikelola oleh saudara (saya sebagai investor)” cerita penyuka kopi espresso yang aktif di komunitas Akademi Trainer (IKAAT), Kopdar dan Naratama itu.

Target selanjutnya pun tak kalah keran, yakni menjadi importir/distributor dan membawahi 75 toko yang tersistem, bengkel mobilnya nambah, dan punya cafe di sebelah bengkel mobil. Mantap!

Bukan hanya sukses dalam berbisnis, Ia juga sukses menjadi penulis dan sudah menerbitkan buku (diantaranya “7 Kayuh Impian”) serta kini cukup sering wira-wiri ke berbagai kota di Indonesia dalam rangka memenuhi undangan sebagai pembicara untuk berbagi ilmu dan pengalamannya di acara-acara seminar.

Yah, hidupnya kini telah dipenuhi oleh beraneka kesuksesan yang baginya adalah ‘needs’ terpenuhi dan bisa menyukseskan orang lain. Keluarga (orang tua, mertua, istri dan anak) adalah orang-orang yang sangat berjasa dalam mewujudkan impian-impiannya.

Teguh Kaheel bersama istri tercinta yang murah senyum.

Ia berpesan bahwa bisnis bukan sarana belajar dari awal, melainkan tempat mempraktikkan apa yang sudah kita pelajari sebelumnya. Kalau sekiranya tidak cakap dalam berbisnis, lebih baik berinvestasi di bisnis yang sudah berjalan.

“Sepenuh hati, siapkan tumpuan yang kokoh, dan kembalikan semua kerja keras kepada Sang Pemilik Mimpi” pesannya bijak.

Karena Ia seorang penulis, MajalahSukses.com tayangkan coretan karya selaksa makna darinya di bawah ini;

 

Detik Terakhir

Alhamdulillah, lima tahun sudah saya menjalani bisnis sparepart mobil. Situasi naik-turun, tekanan, dan berbagai ritme di dalamnya sudah saya rasakan. Mudah? Tidak juga, berapa kali rasanya ingin kabur. Rasanya lebih berat bertarung di bawah, lebih berat bertarung melawan hati yang jatuh daripada hal di luar sana.

Di tengah perjalanan, tidak sekali dua kali saya mendapati masalah saya selesai nyaris di ujung waktu. Awalnya, saya menganggap itu keberuntungan. Namun, karena sudah beberapa kali terjadi, akhirnya itu tumbuh sebagai keyakinan. Keyakinan bahwa setiap kendala pasti ada jalan keluar. Kalau tidak di awal, di tengah, pasti di detik akhir.

Mau tahu berapa modal saya memulai usaha sparepart mobil ini? Saya jawab dengan jujur, modal awal saya empat juta. Jika diibaratkan mau pergi ke Surabaya, saya hanya punya uang untuk naik angkot sampai terminal Kampung Rambutan saja. Kira-kira, saya bakal sampai ke Surabaya, enggak? Saya sendiri tidak tahu, tetapi kalau saya tidak berangkat, pasti saya tidak akan sampai Surabaya.

The power of kepepet, selalu ada jalan dalam setiap kesulitan, itu yang saya pegang saat itu. Jadi, uang empat juta itu saya gunakan untuk membayar kontrakan seharga dua puluh lima juta. Sisanya saya nego tiga bulan lagi untuk pelunasannya, dan saya beli rak bekas seharga 250 ribu menggunakan uang istri, sementara untuk pengadaan barang dagangan, saya utang semua sama sales. Total utang saya saat itu sekitar 120 juta rupiah.

Singkat kata, saya mulai berjualan, bermodalkan keyakinan. Saya berharap setiap hari agar toko cepat ramai demi bisa melunasi kontrakan dan mencicil utang. Namun, akhirnya energi saya habis juga. Sudah tiga bulan berjualan, boro-boro mampu membayar utang, untuk melunasi kontrakan saja akhirnya saya pinjam beberapa juta sama mertua.

Masalah tidak selesai sampai di situ. Tiga bulan saya tidak bisa mencicil utang barang ke sales. Saya harus bersiap jika barang saya ditarik kembali, dan taruhannya saya gagal total.

Oh my God, hidup rasanya ingin segera saya akhiri kalau tidak mengingat beban saya harus menafkahi istri dan anak. Seperti sudah tidak ada jalan, tidak tahu harus mencari ke mana untuk bisa mencicil utang yang sudah jatuh tempo semua. Seratus dua puluh juta, man! Duit semua itu.

Mana tidak ada yang bisa saya jaminkan untuk mendapatkan uang sebesar itu, dan mungkin sebuah kegilaan kalau ada orang yang mau bertaruh meminjami uang sebesar itu. Secara, omzet toko saya saat itu tidak lebih dari empat juta satu bulan, untuk makan dan beli susu saja kurang.

“Toko buku,” jawab istri ketika saya bertanya di mana saya harus mencari cara keluar dari semua masalah ini. Itu awal saya bertemu dengan buku Percepatan Rezeki karya Mas Ippho Santosa. Sayang orang tua dan istri, serta dhuha dan sedekah, kurang lebih itu inti dari Percepatan Rezeki.

Usai membaca buku itu, keesokan paginya, saya langsung mempraktikkan anjuran Mas Ippho dalam buku itu. Sebelum ke toko, saya mampir ke masjid untuk dhuha dan sedekah, berapa pun sisa omzet yang saya dapat hari kemarin, semua saya sedekahkan. Tanggung, buat bayar utang juga siapa yang mau dicicil seratus atau dua ratus ribu. Sekali pun toko saya nanti gulung tikar, paling tidak saya sudah melakukan hal yang insyaAllah baik.

Seminggu egggak ngefek tuh semua teori yang saya praktikkan. Namun, dua minggu kemudian, siapa sangka, ternyata sama saja! Masih enggak ngefek juga, man! Akhirnya, pada hari ke-15, tidak seperti kemarin-kemarin, setelah shalat dhuha, saya tidak sedekah. Susu anak saya habis, tapi saya minta izin dulu sama Allah saat itu.

Mau tahu berapa omzet saya di hari ke-16? Tiga juta rupiah dalam satu hari! Sampai rumah, tidak berhenti air mata ini mengalir haru, tidak percaya, tetapi ini benar terjadi.

Di bulan ke-4, omzet saya sudah lebih dari 40 juta sebulan, artinya saya bisa mencicil utang dan bisa order barang lagi.

Ya, kadang Allah menguji keyakinan dan niat kita sampai detik akhir. Hanya kadang kita tidak sabar menunggu hari itu datang. Akhirnya, banyak dari kita yang gagal dalam berusaha.

InsyaAllah kalau niat kita kuat dan baik, selalu ada jalan di sela sempit rasa ketidakberdayaan. Syaratnya, kita tahu kepada siapa kita menyerahkan semuanya.

Semoga tetap tabah bagi kamu yang sedang memulai usaha. Usaha apa pun termasuk menanti jodohnya yang insyaAllah akan segera datang. Ups, kok balik lagi ngomongin jodoh lagi, hehehe. Yuk, bulatkan tekad dan perbesar keyakinan.

Keep smile N On Fire yo Gaes!!!

Comments

comments

Load More Related Articles
Load More By Majalah Sukses
Load More In SUCCESS STORY

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

Check Also

BAKSO JUDES, KULINER UNTUK GENERASI MILENIAL CILACAP

Tweet Tweet Comments comments …